Rabu, 14 Desember 2011

Gunung Dempo Bisa Keluarkan Gas Beracun,Waspada !

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Saat ini pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pamantau Gunung Api Dempo (GAD) sedang mewaspadai terjadinya embusan freatik yang merupakan siklus dua tahunan GAD. Karena jika berdasarkan siklus tersebut seharusnya pada Desember 2011 ini GAD akan melakukan aktivitas freatiknya.

Aktivitas freatik GAD pernah terjadi pada 2006 dan 2009 lalu. Embusan freatik terjadi akibat kawah GAD membuka kuba lava yang biasa terjadi pada akhir atau awal tahun setiap dua tahun sekali. Namun pada 2009 lalu GAD melakukan aktivitas freatik sebanyak dua kali dalam setahun.

Untuk itulah, petugas saat ini mengantisipasi akan terjadinya embusan freatik tersebut karena berdasarkan perhitungan aktivitas tersebut bisa saja terjadi pada akhir tahun 2011 ini.

Kepala Pusat VMBG dan Pos Pemantau GAD, Slamet, mengatakan, jika dilihat dari siklus aktivitas GAD seharusnya akhir 2011 ini GAD akan melakukan aktivitas embusan freatik seperti yang terjadi pada 2009 lalu. Karena bisanya embusan freatik terjadi selama dua atau tiga tahun sekali.

"Kita tidak bisa memastikan kapan aktivitas GAD seperti embusan freatik tersebut akan terjadi," jelasnya.

Pihaknya Pos Pemantau saat ini melakukan langkah antisipasi dengan memantauan secara intensif aktivitas GAD baik dengan menggunakan alat dan cara visualisasi.

Ditambahkan, Slamet embusan freatik biasanya terjadi karena membukanya kuba lava. Embusan tersebut akan mengeluarkan endapan belerang yang ada di dalam kawah.

"Saat embusan freatik terjadi biasanya kawah akan mengeluarkan gas beracun. Kondisi inilah yang kita waspadai karena kita takut saat ektivitas tersebut terjadi sedang ada warga yang berada di puncak Gunung Dempo dan Gunung Api Dempo," katanya.

Kepala BPBD Kota Pagaralam, H Edy Thamrin mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Pagaralam untuk mengantisipasi jika terjadinya letusan GAD. Dengan begitu, jika terjadi sesuatu masyarakat bisa langsung melakukan evakuasi.

"Kita selalu berkoordinasi dengan petugas pemantau gunung api. Jika sesuatu terjadi, maka kita bisa langsung melakukan evakuasi kepada masyarakat yang rawan terkena bencana ke tempat yang aman," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar, kritik, saran, juga pertanyaan sahabat sangat saya hargai sebagai masukan agar blog ini dapat lebih baik dan kita semua dapat memperoleh manfaat daripadanya. Jangan sungkan untuk berkomentar.