Rabu, 14 November 2012

Waspadai Rip Currents ( Arus Laut )







MEWASPADAI ARUS LAUT PANTAI SELATAN DIY


By Daryono BMKG

ARUS laut Pantai Selatan DIY kembali menelan korban jiwa. Musibah kali ini menimpa empat wisatawan remaja asal Kalasan, Sleman yang terseret arus di Pantai Pandansimo, Minggu (30/9). Seorang korban ditemukan sudah meninggal dunia, dua orang berhasil diselamatkan, dan seorang lagi masih dinyatakan hilang.





Musibah semacam ini sebenarnya hanyalah bagian kecil dari daftar panjang korban di lokasi wisata Pantai Selatan DIY. Rentetan musibah ini sepatutnya mendapat perhatian serius, mengingat hampir setiap tahun selalu saja terjadi kasus serupa. Entah sudah berapa banyak wisatawan yang sedang menikmati liburan justru menjadi korban keganasan arus balik (rip current) di Pantai Selatan..


Sosialisasi bahaya rip current perlu di galakkan khususnya bagi wisatawan sebelum memasuki kawasan wisata Pantai Selatan. Apalagi gelombang laut akan semakin besar seiring datangnya Angin Barat yang berbarengan dengan hadirnya musim hujan. Para wisatawan dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terkait ganasnya arus laut Pantai Selatan selama periode berlangsungnya musim angin barat.



KURANG PEMAHAMAN


Salah satu faktor penyebab banyaknya korban akibat terseret current adalah kurangnya pemahaman mengenai karakteristik dan bahaya rip current. Jika masyarakat memahami karakteristik dan bahaya arus ini, maka akan dapat terhindar dari bahayanya. Fenomena rip current sebenarnya merupakan gejala alam biasa yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Rip current merupakan arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur yang memecah zone empasan gelombang hingga melewati zona gelombang pecah. Arus ini terbentuk jika gelombang datang dan menghempas garis pantai berbentuk cekungan. Pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai.


Arus susur yang saling bertemu ini bergabung menimbulkan arus balik menuju tengah laut yang mengumpul pada suatu jalur arus hingga melewati zone gelombang pecah. Arus ini bergerak sangat kuat dengan kecepatan tinggi. Inilah rip current, biang keladi sederet korb


Ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait rip current. Arus ini terdiri atas beberapa bagian, yaitu arus pengisi, leher arus, dan kepala arus. Arus pengisi tersusun atas beberapa arus susur pantai hasil pantulan beberapa muka gelombang, kemudian bertemu, mengumpul, dan berbelok arah menuju ke tengah laut.

Jalur sempit yang mengalir deras ke tengah laut merupakan leher arus. Saking kuatnya aliran ini hingga mampu mengalahkan gelombang yang datang. Arus ini mampu meluncur dengan kecepatan yang mencapai 80 kilometer/jam. Kepala arus adalah bagian rip current yang arusnya mulai melebar karena mulai melemah, selanjutnya hilang di terpa ombak.
Karena gerakan rip current sangat cepat, maka orang yang terseret sangat sulit melepaskan diri hingga ke tengah laut. Inilah sebabnya mengapa rip current banyak memakan korban. Berdasarkan penelitian, rip current terbentuk tidak hanya pada satu lokasi, melainkan berpindah-pindah sesuai arah datang gelombang.

Beberapa kasus menunjukkan bahwa, meski air laut hanya sebatas lutut, seseorang sudah dapat mengalami serangan rip current. Ini terjadi jika arus susur pantai bergabung menyebabkan pasir tempat berpijak tergerus arus. Orang yang terjebak arus merasa seolah dirinya jatuh ke palung. Setelah tenggelam maka akan diseret badan arus yang meluncur ke tengah laut.


PENYELAMATAN


Lokasi rip current tergantung dari arah datang gelombang laut, sehingga lokasi rawan dapat dikenali. Meskipun sulit diperkirakan kedatangannya, arus ini dapat dikenali. Permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa material pantai.


Setelah lokasi rawan diketahui, petugas pantai harus menempatkan bendera larangan berenang disertai pengawasan di zona bahaya. Sejauh ini, cara terbaik mengurangi risiko terseret arus adalah tidak nekat berenang. Pengunjung harus mematuhi rambu larangan yang ada.


Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam penyelamatan jika terseret rip current. Jika terperangkap dalam arus, jangan mencoba berenang melawan arus ke tepi pantai. Korban hilang dapat terjadi bila terlalu kuat melawan arus saat sehingga urung mengapung.


Selanjutnya korban harus bersikap tenang untuk sementara mengikuti arus. Karena kecepatan arus akan melambat. Berenanglah ke area di sebelah kiri atau kanan, baru kemudian berenang kembali ke arah pantai atau mengikuti gelombang menuju pantai. Dengan mematuhi cara-cara ini diharapkan korban akan selamat dari serangan arus mematikan ini.***




 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar, kritik, saran, juga pertanyaan sahabat sangat saya hargai sebagai masukan agar blog ini dapat lebih baik dan kita semua dapat memperoleh manfaat daripadanya. Jangan sungkan untuk berkomentar.